Abrasi Air Laut Semakin Mencekam Warga Bekasi

Koranibm.com – Di wilayah pesisir Kecamatan Muara Gembong, seperti Pantai Muara Bungin dan Muara Beting, abrasi yang terjadi membuat puluhan penduduk kehilangan tempat tinggal. Abrasi yang terjadi sampai saat ini belum memiliki solusi yang jitu. Apalagi pemerintah belum bisa melakukan tindakan tepat untuk mengatasi abrasi yang terjadi.

Padahal setiap tahunnya di beberapa desa, seperti Desa Pantai mekar, Pantai Bakti, serta Pantai Hurip, abarsi mulai mengancam. Di sana sebanyak 100 bangunan tempat tinggal dan ratusan hektare tambak di tiga desa tersebut tergerus oleh air laut sehingga banyak masyarakat mengeluhkan hal itu. Selain bangunan dan tambak yang tergerus air laut, dataran tanah sepanjang 1 km di pinggiran pantai juga ikut tergerus dan hilang.

Untuk itu, diharapkan pemerintah perlu mengatasi permasalahan tersebut dengan membuat tanggul pemecah ombak. “Permasalahan abrasi yang terjadi di Muara Gembong merupakan permasalahan serius sekaligus merupakan masalah bersama skala nasional,” kata Wakil Bupati Bekasi Eka Supriatmadja.

Menurutnya, sejauh ini belum ada penanganan serius, artinya penanganan hanya dilakukan oleh warga sekitar, seperti membuang bendungan temporer dengan ban mobil dan tumpukan karung berisi pasir dan tanah di pinggir pantai.

“Sebagian sudah terlalu dalam, kalau yang belum terlalu dalam kita tanganin dengan menanam pohon mangrove, kalau yang sudah dalam kalau terempas ombak mati lagi,” jelasnya.

Camat Muara Gembong, Juanefi meminta Pemprov Jawa Barat untuk turun langsung membantu menyelesaikan permasalahan abrasi yang terjadi di Muara Gembong, tercatat beberapa RT di Kampung Muara Bungin, dan Muara Beting hilang.

 

“Abrasi mulai dari 10 tahun belakangan ini, warga yang rumahnya terkena abrasi terpaksa harus pindah. Saya minta untuk penanganannya dari Gubernur Jawa Barat, soalnya bisa habis Muara Gembong kalau tidak ditanganin,” ucapnya, Rabu

Menurutnya, pemerintah daerah sudah beberapa kali berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait hal ini. Koordinasi yang dimaksud meminta bantuan pemerintah pusat terkait biaya untuk menyelesaikan abrasi. Pasalnya, hal itu memerlukan anggaran yang besar sehingga anggaran APBD belum mampu mencukupinya. Karena itu, kata dia, perlu adanya pembuatan tanggul pemecah ombak.

Untuk merealisasikannya perlu ada kajian terlebih dahulu. “Untuk biayanya besar, kalau memakai anggaran APBD dirasa kurang sehingga perlu bantuan dari pemerintah pusat. Kami sudah minta kepada pusat,” ujarnya. Selain itu, kerusakan jalan besar maupun jalan lingkungan yang harus dirasakan warga Kecamatan Muara Gembong sudah berlangsung bertahun tahun.

Selain itu, di Muara Gembong masih kurang diperhatikan, khususnya oleh anggota dewan. “Ya, jalan lingkungan Muara Gembong agak tertinggal dibandingkan Kecamatan lain. Selain memerlukan biaya besar, anggota dewan juga jarang turun langsung ke sana, harusnya dalam reses, aspirasi warga ditampung dan bisa dianggarkan,” katanya. Padahal pemerintah terus menganggarkan untuk perbaikan infrastrukturnya.

Sampai saat ini pemerintah masih terus memperbaiki jalan tersebut. Apalagi rusaknya jalan Muara Gembong bisa dikategorikan dalam parah. Bahkan, tak sedikit kendaraan mengalami rusak jika melintas jalan Muara Gembong, terutama di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong. Tak hanya sampai di situ, dengan kondisi jalan rusak menyebabkan angkutan umum enggan melewati wilayah itu. Imbasnya, warga setempat merasa terisolasi dari perhatian pemerintah. Eka mengaku infrastruktur Muara Gembong sedikit tertinggal dibandingkan wilayah lain. Alasannya, luas wilayah dan kepadatan penduduk yang lebih besar dibandingkan kecamatan lain memerlukan biaya besar.

Saat ditanya mengenai rencananya Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku akan membangun rumah susun untuk warga di Muara Gembong Juanefi menyambut baik rencana tersebut.

“Saya sangat senang dengan rencana tersebut, mudah-mudahan saja rencana tersebut bisa terealisasi secepatnya, sehingga nelayan bisa mempunyai tempat tinggal yang layak,” harapnya.

Penulis: Anna Ceyshia/berbagai sumber

Foto: Istimewa

FUTEBOL MOLEQUE

FUTEBOL MOLEQUE

Leave a comment

Your email address will not be published.


*