Hampir 4000 Guru Kontrak di Bekasi 2 Bulan Belum Gajian

koranibm.com – Terhitung sejak bulan Agustus hingga September lalu, 3.800 guru kontrak di Kota Bekasi belum dibayarkan gajinya. Menurut Firmansyah, Ketua Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Korda Kota Bekasi, belum dibayarkannya honor guru kontrak tersebut lantaran dananya belum turun dari pemerintah daerah (pemda) setempat.

“Seharusnya kami menerima Rp3,8 juta per bulan,” terang Firman, panggilannya, seperti dikutip dari Warta Kota (12/10).

Tentu saja hal ini, membuat kehidupan para guru kontrak yang terhimpun dalam Gabungan Tenaga Kontrak (GTK),  kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya. Banyak diantara mereka, yang sampai menggadaikan harta benda atau memberikan les privat agar bisa bertahan hidup.

Menunggu APBD

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi Ali Fauzi mengatakan, pencairan gaji guru kontrak menunggu ketuk palu APBD perubahan 2018. “Aturannya memang seperti itu, dananya ada di APBD perubahan,” katanya saat dikonfirmasi.

Ali menjelaskan, keterlambatan pembayaran gaji juga dikarenakan adanya kenaikan status menjadi pegawai kontrak. Merka yang awalnya diberikan gaji sebesar Rp2,7 juta per orang, menjadi Rp3,8 juta per orang.

Adanya erubahan ini, lanjut Ali, membuat Disdik hanya mampu membayar selama tujuh bulan atau sampai Agustus. Sisanya, gaji sampai dengan Bulan Desember akan dialokasikan di APBD perubahan. Ia meminta para guru bersabar karena kenyataannya memang seperti itu.

Ancam Unjuk Rasa

Foto ilustrasi

Firman mengganggap, apa yang dikemukan oleh Ali tidak masuk akal. Pasalnya, dana bantuan operasional sekolah (BOS) daerah sudah ada. Bisa diambil peruntukan Januari hingga Desember tahun 2018.

“Kenapa harus tunggu ketok palu? Anggaran sudah ada, tinggal disahkan saja. Kemarin bilang tunggu paripurna, begitu sudah paripurna (gaji) masih juga belum keluar,” ujar Firman yang juga guru kontrak SD Sumutbatu IV Bantargebang, Kota Bekasi

Bila dalam waktu dekat tidak ada itikad baik mencairkan gaji para guru kontrak, maka pilihannya melakukan unjuk rasa besar-besaran. Firman mengingatkan, jangan sampai ada kecurigaan diantara para guru kontrak, uang yang sudah ada dialokasikan ke tempat lainnya.

Penulis: Agung Cahyo P

Foto: Warta Kota

 

 

 

 

 

 

 

 

FUTEBOL MOLEQUE

FUTEBOL MOLEQUE

Leave a comment

Your email address will not be published.


*