“Reaksi Mahasiswa Tanggapi Kebijakan Kemendikbud RI Terkait 8 Jam Belajar untuk Siswa Tingkat Menengah dan Atas”

Koranibm.com- Bekasi, 26 Februari 2018. Baru-baru ini, Mahasiswa Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi yang tergabung dalam Program Studi Ilmu Komunikasi mengadakan sebuah forum diskusi terkait kebijakan Menteri  Pendidikan dan Budaya Republik Indonesia Muhajir Effendy. Beliau mencanangkan sebuah  kebijakan terkait adanya penambahan jam KBM di sekolah tingkat Menengah dan Atas. Menanggapi hal tersebut, beberapa mahasiswa terlihat antusias dalam mengikuti diskusi terbuka ini.

 

Dalam diskusi yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam, para mahasiswa mengutarakan berbagai pendapatnya terkait kebijakan tersebut. Beberapa dari mereka ada yang berpihak dan menolak dengan tegas kebijakan tersebut. Salah satunya, Ayu. Mahasiswa semester 2 ini mengaku tidak menyetujui dan menolak kebijakan tersebut. Menurut Ayu, masih ada hal dan kebijakan lain yang harus diperhatikan oleh pemerintah selain menambah jam KBM para siswa.

“Mengingat masih banyaknya kekurangan fasilitas dan infrastruktur yang di miliki oleh sekolah – sekolah di Indonesia, khususnya sekolah yang jauh dari pusat pemerintahan, mengapa pemerintah tidak menfokuskan kebijakan nya pada hal itu? Sehingga kasus roboh nya sekolah, sekolah yang tidak memadai, dan lainnya, dapat di minimalisir?” ungkap Ayu dalam forum diskusi tersebut.

Disamping itu, beberapa mahasiswa yang menyetujui dan mendukung penuh kebijakan tersebut ikut menimpali berbagai protes yang dilontarkan. Salah satu nya, Nabila. Mahasiswa semester 2 ini juga turut mengutarakan pendapat. Menurut Nabila, pemerintah sudah mencanangkan kebijakan ini dengan sebaik mungkin. Sejatinya, pemerintah melakukan hal ini hanyalah untuk memaslahatkan masyarakatnya.

Nabila juga menyampaikan “Kebijakan ini juga tidak menekan kepada seluruh aspek di bidang pendidikan, jika sekolah itu mampu maka pemerintah mengajak untuk melaksanakan kebijakan tersebut. Sebaliknya, apa bila sekolah itu memang tidak memungkinkan untuk mengikuti kebijakan yang di sarankan, maka pemerintah pun tidak memaksa.”

“Pemerintah hanya mengarahkan agar pendidikan di Indonesia dapat meningkat, baik secara mutu maupun kualitasnya.” Ungkap Nabila. Selanjutnya, Mahasiswa bernama Mitha juga mengutarakan dukungannya.

“Kebijakan ini juga semata-mata untuk meningkatkan kualitas guru mengajar dan mempermudah guru untuk mendapat jam pelajaran yang harus dipenuhi agar guru-guru tersebut tidak pontang – panting mencari sekolah lain,” Ungkap Mitha.

Diskusi yang bertempat di kelas 304 ini berlangsung dengan lancar, meski terjadi adu debat dari berbagai mahasiswa yang bertolak pendapat, namun hal itu dapat diatasi mengingat peran mahasiswa yang cukup penting dikalangan masyarakat. Diharapkan, para mahasiswa dapat memahami arti pentingnya sebuah kebijakan dalam bermasyarakat. Sehingga, mahasiswa mampu menjadi jembatan aspirasi masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. (no/td/mrs/sk/ik/2&4)

 

FUTEBOL MOLEQUE

FUTEBOL MOLEQUE

1 Comment on “Reaksi Mahasiswa Tanggapi Kebijakan Kemendikbud RI Terkait 8 Jam Belajar untuk Siswa Tingkat Menengah dan Atas”

  1. Keren

Leave a comment

Your email address will not be published.


*