Pinjam Meminjam Dalam Islam

Koranibm.com – Sabtu, (11/11/2017), Al-Azhar Jaka Permai, Kislap hari ini.

“Pinjam meminjam dalam Islam”

*Meminjamkan atas dasar ta’awun (tolong-menolong). Tidak boleh dilebihkan (Riba)
* seorang muslim harus senantiasa mencatat hutangnya. dalam pinjam meminjam harus jelas kapan waktunya. Sehingga si Yg meminjam tau kapan harus bayar. Dan si peminjam hrs menagih..
* ada Saksi (untuk hutang yg besar) untuk menghindari kesalahpahaman.. Agar kelak tidak saling berbantahan.
*Islam tidak melarang Pinjam-meminjam dalam keadaan terdesak.. Namun tidak boleh menjadi kebiasaan..
* orang yg punya hutang.. Kemudian sudah mampu namun menunda pembayaran.. Itu *zhalim* dan mempermalukan diri sendiri.. Intinya Jgn smpai memperlambat dalam membayar hutang
* Nabi tidak mau mensholatkan orang yg *punya Hutang* dan bunuh Diri..
* boleh yg Hutang melebihkan pembayaran asal sukarela. Bukan tuntutan yg meminjamkan (Riba)
* Allah akan memberikan Rahmat kepada seseorang yg memberi kelonggaran alam menjual, membeli dan menagih..

*Kontributor: Irvan Bustami Prodi Ekonomi Islam.         *ed. Harun

FUTEBOL MOLEQUE

FUTEBOL MOLEQUE

Leave a comment

Your email address will not be published.


*